Rasulullah Saw adalah suri tauladan terbaik bagi kita semua. Beliau adalah orang yang tegas dalam menjunjung kebenaran, berdakwah tanpa lelah, dan senantiasa membela islam sepenuh jiwa. Dan di sisi lain beliau pun adalah  orang yang lemah lembut dan senang mengasihi, tanpa membeda-bedakan yang satu dengan yang lainnya.

Dikisahkan bahwa ada seorang budak yang hendak dijual di pasar. Para pembeli berdatanganmusli menawarnya. Ketika para pembeli mengerumuninya, tiba-tiba budak itu berteriak lantang, “barang siapa yang ingin membeliku, aku mengajukan syarat, yaitu jika waktu shalat tiba, aku minta dibebaskan mengerjakan shalat berjamaah di belakang Rasulullah Saw. siapapun yang bersedia menerima syaratku ini, ia berhak membeliku.”

Akhirnya seseorang bersedia memenuhi syaratnya dan membeli budak itu. Sejak saat itu, ia dibebaskan mengerjakan shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. ia selalu mendirikan shalat secara berjamaah dan tidak pernah ketinggalan.

Suatu hari, Rasulullah Saw. tidak melihatnya di barisan jamaah kaum muslim. Beliau menanyakan keberadaannya dan para shahabat menjawab, “wahai Rasulullah, budak itu sedang sakit.”
“Aku ingin menjenguknya,”ucap Rasulullah Saw.

Meskipun ia seorang budak, Rasulullah melihat bahwa ia adalah kekasih Allah. Beliau bergegas pergi ke rumah majikan budak itu, menjenguknya, dan duduk di sampingnya. Setelah itu, beliau beranjak pergi meninggalkannya. Kemudian Rasulullah berpesan kepada para shahabat, “kabarkan keadaannya tiga hari  ke depan.”
Tiga hari kemudian, para shahabat menyampaikan kabar, “wahai Rasulullah, budak itu dalam keadaan sekarat

“Mari kita pergi menjenguknya,” ajak Rasulullah kepada para shahabat.
Rasulullah Saw. bergegas pergi menjenguknya. Namun,  budak itu bersua dengan Rasulullah tidak lama, karena Allah telah memanggilnya. Rasulullah sendiri yang memandiakan, mengafani, menshalati, dan menguburkannya.

Banyak shahabat yang merasa iri melihat perlakuan istimewa Rasulullah Saw. kepada budak berkulit hitam itu.
Menanggapi hal itu, Rasulullah Saw membacakan ayat 13 surah Al-Hujurat : “Hai manusia, sesungguhnya kami mencipakanmu dari seseorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikanmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mengenal.

[ORASI/Lulu]