Mencerna Hikmah Isra Mi’raj dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Di dalam kitab suci Alquran, Allah Swt menyampaikan dalam QS. Al-Isra ayat pertama tentang perjalanan Rasulullah Saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha atau yang biasanya kita kenal dengan peristiwa Isra Mi’raj. Peristiwa ini sering diperingati oleh umat muslim setiap tanggal 27 Rajab.
Pada masa Rasulullah banyak yang justru meragukan peristiwa ini apalagi orang-orang kafir. Bagaimana bisa seorang manusia bisa menempuh perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Baitul Maqdis di Palestina hanya dalam waktu semalam. Jika dipikir ini sangat tidak masuk akal. Demikianlah tanggapan dari orang-orang pada saat itu. Akan tetapi, di balik orang-orang tersebut ada salah satu sahabat Rasulullah yang mempercayai dan membenarkan peristiwa ini. Beliau adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Abu Bakar mengatakan, jika yang menyampaikan peristiwa tersebut adalah Rasulullah Saw, maka saya pasti percaya. Karena itulah Abu Bakar di berikan gelar “Ash-Shiddiq” yakni yang berkata benar atau yang membenarkan.
Ustad Agus Hidayatullah menyampaikan, perlu kita ketahui bersama bahwa dalam peristiwa Isra Mi’raj ini, ada yang aktif dan ada yang pasif. Maksudnya adalah dalam peristiwa ini Allah Swt yang memperjalankan kekasihnya, Rasulullah Saw. Jadi yang aktif disini adalah Allah, dan yang pasif adalah Rasulullah Saw. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk melakukan semua itu. Dikatakan bahwa setelah dari Masjidil Aqsha, Rasulullah kemudian melanjutkan perjalanan naik ke Sidratul Muntaha, dan dari langit pertama hingga ke tujuh beliau bertemu dengan para Nabi diantaranya Nabi Adam as, Nabi Isa as, Nabi Yusuf as, Nabi Idris as, Nabi Harun as, Nabi Musa as, dan Nabi Ibrahim as. Dan disampaikan bahwa hingga akhirnya Rasulullah langsung bertemu dengan Allah Swt, yang menghasilkan oleh-oleh untuk umat muslim yaitu kewajiban Sholat lima waktu.
Lalu apa kaitannya peristiwa Isra Mi’raj ini dengan revolusi industri 4.0 yang sekarang kita hadapi?
Revolusi industri yang saat ini kita hadapi adalah bukan lagi terkait industri perekonomian tapi juga berkaitan erat dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Semua ini tidak dapat kita pungkiri, mau tidak mau kita pasti ikut terlibat dalam perkembangan zaman ini. Candu pada HP memang tidak dapat dipungkiri, games menjadi makanan sehari-hari, bahkan hampir semenit saja kita tidak buka WA, Instagram, Youtube atau Twitter, rasanya seperti ada yang kurang. Demikianlah fenomena yang kita lihat bahkan yang mungkin dialami oleh diri kita sendiri.
Kita memang tidak bisa menghindar atau lari dari kemajuan zaman seperti sekarang ini. Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun mengatakan bahwa perkembangan zaman memang telah menggerogoti diri manusia. Untuk itu, setidaknya ada benteng yang kuat yang harus kita tanamkan dalam diri kita. Salah satunya yaitu dengan melaksanakan oleh-oleh yang dibawa dari peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah yaitu sholat. Ustad Agus Hidayatullah mengingatkan bahwa Sholat bukan sekedar dilaksanakan untuk menggugurkan kewajiban akan tetapi mesti didirikan, artinya kita paham esensinya. Ini yang mesti kita perbaiki dari sholat kita. Apakah ada ketenangan yang kita dapatkan dari Sholat kita atau hanya sekedar gerakan-gerakan fisik yang kita lakukan tanpa hati yang terhubung dengan-Nya.
Apabila dari peristiwa Isra Mi’raj ada peran yang aktif dan pasif seperti yang telah penulis katakan sebelumnya, maka dalam revolusi industri juga rasanya ada peranan yang aktif dan pasif. Manusia yang berperan aktif dan yang pasif nya adalah teknologi yang dikendalikan oleh manusia. untuk itu, Saat tiba waktunya sholat, alangkah baiknya supaya kita bergegas untuk menemui-Nya. Jangan sampai kita sebagai manusia terperdaya oleh teknologi, sampai-sampai lupa waktu. Jangan mau diperbudak oleh teknologi. Karena seharusnya kitalah yang mengendalikan teknologi. Dengan memperbaiki sholat, maka Allah akan memperbaiki hidup kita. InsyaaAllah inilah yang menjadi benteng dalam diri kita dalam menjalani kehidupan apalagi dimasa-masa revolusi 4.0 seperti saat ini. Wallahu a’lam bis showab..
Refleksi dari pengajian peringatan Isra Mi’raj di Ponpes Al-wafa bersama Ust Agus Hidayatullah M.A. dan diskusi Cssmora terkait Revolusi Industri 4.0

Oleh: Murniyati Djufri

Iklan
%d blogger menyukai ini: