Ibuk, dua puluh satu jam lalu,
Anakmu ini bersama tujuh bujang lapuk karatan
Bersua dengan orang berjubah kelabu lusuh
Berpeci putih mangkak
Tengah berjoget ria
Di depan gemerlap lampu Alfamart
Dengan penuh senyum dan tawa
-yang takkan pernah mampu kami beli.

Kami sangka, karena memang sesuai lagak lugunya,
Bahwa ia gila.
Namun, siapa menduga, desau angin misterius
Di sekeliling tubuh ringkihnya itu
Adalah tarian ribuan malaikat dan bidadari?
-yang bahkan takkan pernah sanggup kami hadirkan, walau sejenak, di dada kami.

Oleh: Madno Wanakuncoro

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s