Shalat menurut bahasa berarti “doa”. Ibadah shalat disebuat dengan doa karena dalam shalat itu terkandung doa-doa. Secara terminologi berarti ibadah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan tertentu yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri salam dengan syarat-syarat tertentu. Shalat memiliki peranan penting dalam agama Islam. Jika diibaratkan laksana tiang dalam bagunan. Tanpa tiang, bangunan itu tidal akan berdiri. Shalat itu dilakukan sebagai pengakuan kita sebagai hamba yang sangat membutuhkan Rahman dan Rahim-Nya.

Shalat ada 2 macam yaitu shalat fardu dan shalat sunah. Shalat fardu ada yang hukumnya fardu ain (wajib bagi setiap individu) seperti shalat 5 waktu dan ada yang hukumnya fardu kifayah (jika sudah ada yang melakukan maka hukumnya menjadi gugur) seperti shalat mayit. Tentang shalat sunah pembagian para ulama berbeda-beda dan mereka memiliki sudut pandang masing-masing. Hukum melakukan shalat sunah ada yang muakad dan ada yang ghairu muakad. Pembahasan yang lebih diterangkan di sini mengenai shalat sunah muakad yaitu shalat tahajud.

Tahajud memiliki arti bangun dari tidur. Jadi, shalat tahajud adalah shalat sunah yang dilaksanakan pada waktu malam hari dan dikerjakan setelah tidur terlebih dahulu (walaupun hanya sebentar). Waktu pelaksanaan shalat tahajud ada 3 macam bisa dikerjakan di permulaan, pertengahan dan di penghabisan malam. Waktu yang paling utama adalah di waktu penghabisan malam atau biasa disebut dengan waktu sepertiga malam terakhir. Jika diinterprestasikan dalam waktu Indonesia, sepertiga awal malam itu kira-kira pukul 22.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB, seperdua malam diperkirakan pukul 00.00 WIB sampai 01.00 WIB  dan sepertiga malam terakhir pukul 02.00 WIB sampai 03.00. Bilangan rakaat shalat tahajud dalam pelaksanaannya tidak ada ketentuan-ketentuan dan batasan yang pasti.

Shalat ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan, bahkan shalat yang sangat diutamakan setelah shalat fardu adalah shalat sunah tahajud. Banyak dalil yang menerangkan anjuran untuk mengerjakan shalat tahajud. Bahkan, satu-satunya shalat sunah yang terdapat dalam alquran adalah shalat tahajud. Salah satu kalamullah mengenai hal tersebut terdapat pada Q.S. Al-Isra ayat 79 yang artinya : “dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, semoga Tuhanmu mengangkat ke tempat yang terpuji”

Dari ayat itu dapat dijadikan motivasi bagi kita bahkan bukan hanya sebagai motivasi hidup saja tapi juga dapat dijadikan tantangan apakah benar atau seberapa besar jani Allah kepada hamba-Nya yang terbiasa bangun malam hari menunaikan qiyamul lail karena dalam hal ini banyak orang yang tidak percaya akan kesuksesan melalui perantara shalat tahajud. Sebenarnya mereka bukan tidak percaya tetapi mereka malas melakukan, mereka lebih memilih tidur yang sudah jelas kenikmatannya pada saat itu.

Padahal dibalik shalat tahajud terdapat kenikmatan-kenikmatan yang luar biasa yaitu : pertama, mempermudah meraih mimpi. Dalam menggapai mimpi tentu diperlukan usaha dan doa atau biasa disebut dengan ikhtiar. Usaha saja tanpa doa tidak akan tercapai, begitupun sebaliknya. Dua partikel ini sangat diperlukan dalam proses pencapaian terhadap apa yang kita cita-citakan. Doa di waktu yang mustajab itu adalah salah satu cara mempermudah proses tujuan, dan waktu yang mustajab itu ada di sepertiga malam. Kedua, memberikan efek semangat pagi dan sebagai penenang hati. Seseorang yang melakukan shalat tahajud biasanya memiliki gairah pagi yang berbeda dengan orang yang tidak melakukan. Mereka akan lebih semangat dalam menjalani aktivitasnya. Ketiga, meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain rohani kita terpenuhi, shalat tahajud juga membuat jasmani kita lebih sehat karena dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh ini yang membuat kita tidak mudah terserang penyakit. Keempat, jaminan masuk surga dan mendapat keringanan hisab di akhirat.

Selain yang telah disebutkan, masih banyak lagi manfaat-manfaat jika kita terbiasa melakukan shalat tahajud. Shalat tahajud membawa kita pada kebahagiaan. Walaupun shalat tahajud itu termasuk amaliah yang bersifat ukhrawi tapi manfaatnya tidak hanya dirasakan saat kita sudah di alam lain selain dunia saja tapi dalam kehidupan nyata sekarangpun kita bisa merasakannya. Bahkan saat di dunia bukan hanya rohani saja yang terpenuhi tapi jasmani kitapun menjadi lebih sehat.

by: Merita Dian Erina, anggota BSO Orasi 2018

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s